Kamis, 30 April 2015

Tugas 6

Perdagangan Antar Negara 


             Perdagangan internasional  adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun, dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Adapun Hambatan-hambatan dalam melakukan perdagangan antar negara ini antara lain : 


A. Tarif

         Tarif adalah pembebanan pajak (custom duties) terhadap barang-barang  yang melewati batas kenegaraan. Tarif dapat digolongkan menjadi beberapa bagian, antara lain :

  • Bea ekspor = pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju negara lain.
  • Bea transit = pajak yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui wilayah negara lain dengan ketentuan bahwa negara tersebut bukan merupakan tujuan akhir dari pengiriman.
  • Bea impor = pajak yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam suatu negara dengan ketentuan pemungutan pajak tersebut adalah merupakan tujuan akhir dari pengiriman barang.
  • Uang jaminan impor =  persyaratan bagi importir suatu produk untuk membayar kepada pemerintah sejumlah uang tertentu pada saat kedatangan produk di pasar domestik sebelum penjualan dilakukan.
Contoh kasus Tarif adalah Pembelian barang mewah yang pajak nya besar,seperti kita membeli produk appel yaitu iphone dengan pajak yang besar.

B. quota

    quota adalah pembatasan secara fisik terhadap barang-barang yang diperdagangkan secara Internasional. Quota impor adalah pembatasan jumlah fisik yang masuk ke dalam negeri dan quota ekspor adalah pembatasan jumlah fisik barang-barang yang diekspor ke luar negeri. Sama halnya dengan tarif, quota juga di bagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
  • Absolute atau Unilateral quota adalah pembatasan yang hanya di lakukan  untuk negara sepihak, tidak  melalui persetujuan dengan negara lain.
  • Negotiated atau Bilateral Kuota adalah quota yang besar kecilnya ditentukan berdasarkan persetujuan dengan 2 negara atau lebih.
  • Tarif quota adalah gabungan antara tarif dan Kuota. Suatu barang yang dimasukkan ke dalam negeri melebihi jumlah yang telah ditargetkan, maka tarifnya akan menjadi lebih mahal.
Contoh kasus quota adalah Pemerintah RI membatasi impor beras dari vietnam untuk bisa memproduksi sendiri di dalam negeri

C. Dumping

       Politik Dumping adalah bilamana menjual suatu barang yang dinilainya lebih tinggi dari harga beli, bila dijual di luar negeri maupun dalam negeri tetap mendapat untung. Adapun beberapa motif dari Politik Dumping, yaitu antara lain:
1.      Barang-barang yang diminati oeh negara asal, supaya dapat terjual di luar negeri.
2.      Berebut pasaran Luar negeri.
3.      Memperkenalkan suatu produk dalam negri ke negara lain.

Contoh kasus Dumping adalah China menjual handphone lebih murah di luar negeri dari pada di dalam negeri
D. Embargo
           Embargo adalah pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan sebuah negara.
Embargo umumnya dideklarasikan oleh sekelompok negara terhadap negara lain untuk mengisolasikannya dan menyebabkan pemerintah negara tersebut dalam keadaan internal yang sulit. Keadaan yang sulit ini dapat terjadi akibat pengaruh dari embargo yang menyebabkan ekonomi negara yang dilawan tersebut menderita karenanya.
Contoh kasus Embargo adalah  Amerika Serikat terhadap Indonesia dari tahun 1999 hingga 2005 dalam hal pengadaan senjata militer akibat pelanggaran HAM yang dilakukan ABRI di Timor Timur.

Peran Pemerintah 

            Pemerintah melakukan hambatan perdagangan karena dengan mengatur tarif dan quota pemerintah bisa dapat penghasilan dari luar negeri,tetapi berdampak pada perusahaan dalam negeri yang kalah saing dengan barang-barang impor yang harga nya lebih murah, di negara berkembang ( seperti Indonesia misalnya) masih banyak industri yang masih belum dapat berproduksi secara efisien sehingga produk yang dihasilkan belum dapat bersaing dengan produk sejenis yang berasal dari luar negeri jika kita melukan dumping dalam jangka pendek perusahaan karena dengan menjual dari harga normal tetapi dapat mendapat keuntungan dengan menjual produk yang banyak. 


Daftar Pusaka : 
http://mazpoegoehkpnc.blogspot.com
https://josephinejoe.wordpress.com
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab6-peran_sektor_luar_negeri_pada_perekonomian_indonesia.pdf

Selasa, 21 April 2015

Tugas 5

Ekonomi 

Ekonomi Mikro
         Dalam ekomomi mikro kita khsusus mempelajari tentang perilaku-perilaku paara pelaku ekonomi yang terdiri dari atasr rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, dan rumah tangga pemerintahan.

         Kelompok ekonomi mikro mempunyai peranan masing masing dalam aktivitas ekonomi tertentu yang sering dipengaruhi oleh sistem perekonomian yang berlaku.

1. Rumah tangga konsumen
         Para pelaku ekonomi dalam kelompok rumah tangga konsumen bisa dikatakan sebagai household, atau dalam bentuk organisasi keluarga.Adapun segala aktivitas ekonommi digerakan oleh kelompok pelaku ekonomi digerakan oleh pelaku ekonomi household ini sebagai berikut.
     
     a. Menjual dan melakukan penyewaan terhadap sumber daya milik mereka agar memperoleh pendapatan yang bisa berupa upah,sewa,gaji,bunga,dan laba atas hasil penyewaan dari sumber daya yang mereka miliki.
     b. Melakukan pembayaran pajak,kegiatan pembelian atau konsumsi barang dan jasa   milik pribadi yang  merupakan hasil ciptaan kelompok ekonomi perusahaan

2. Rumah tangga produsen
          Dalam rumah tangga produsen memiliki bentuk bentuk hukum yang beraneka ragam. Bentuk- bentuk yuridiksi tersebut antara lain ada berupa koperasi, PT, Perusahaan negara, Persekutuan komanditer, perusahaan perseorangan, dan bentuk lainya.
       
          Pelaku ekonomi dari golongan rumah tangga produsen ini bisa di sebut saja sebagai produsen,        atau perusahaan melakukan aktivitas ekonomi yang berupa.

  • Kegiatan membeli sumber daya alam dari kelompok ekonomi rumah tangga konsumen
  • membayar pajak sebagai kewajiban
  • menggunakan dan memanfaatkan barang dan jasa milik publik yang diaadakan pemerintah
  • menggunakan sumber daya dari rumah tangga konsumen dan rumah tangga pemerintahan untuk menghasilkan barang atau jasa
  • menjual dan menawarkan barang atau jasa yang diproduksi baik kepada kelompok ekonomi konsumen atau ekonomi pemerintahan maupun kesesama produsen atau rumah tangga produsen lainnya.
3. Rumah tangga pemerintahan
          Rumah tangga pemerintah disebut sebagai pemerintah dan dalam kegiataan ekonomi menjalankan hal-hal sebagai berikut :

             A. Membeli  sumber daya yang tersedia atas SDM atau sumber daya          manusia barang dan jasa.Rumah tangga konsumen dan perusahaan.

               B. Pemerintah menjalankan kegiatan menghasilkan serta menyajikan barang dan      atau jasa publik agar bisa digunakan kedua rumah tangga.

        C. Memungut Pajak yang berasal dari pihak rumah tangga pelaku ekonomi yang   akan dimanfaatkan dalam pembelian sumber daya dan barang atau jasa yang     diperlukan. 

        D. Pemerintah mengatur berjalannya aktivitas ekonomi.Dalam hal ini pemerintah memiliki kewajiban berupa :
                   
 ~ Mengatur dan mengupayakan pembagian pendapatan nasional secara adil dan   merata                                                                             
      ~ Berupaya dalam penigkatan pendapatan nasional serta tingkat kesempatan kerja      yang tinggi
 ~ Mengupayakan tingkat harga tetap stabil.

     

 Ini adalah penjelasan gambar dalam pelaku ekonomi mikro 






Ekonomi Makro


            Ekonomi Makro adalah ilmu yang mempelajari perekonomian nasional dan perekonomian global sebagai suatu keseluruhan.

            Ada lima pelaku pasar di Makro yaitu :

A. Rumah Tangga
         Rumah tangga menyediakan faktor-faktor produksi seperti SDA,skill,jasa,dll,rumah tangga membeli barang dan jasa yang telah disediakan dipasar sesuai kebutuhan masing-masing rumah tangga.

B. Produsen
         Produsen memproduksi barang dan jasa dengan semua faktor-faktor produksi yang di pelukannya(alam,jasa/tenaga kerja, skill dan modal).Pasar berfungsi sebagai media distribusi produsen ke konsumen,selain itu beberapa faktor produksi juga ada disalurkan dalam pasar seperti pasar tenaga kerja,dan pasar uang/modal berikut :
       
    a. Pasar tenaga kerja
Merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja.Pertemuan ini akan menghasilkan konsep upah dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan

     b. Pasar uang/modal
Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran uang.Di pasar uang terjadi pnjam meminjam dana,yang menimbulkan hubungan utang piutang.Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter(bank sentral dan pemerintah).Pasar modal lebih memfokuskan untuk utang jangak panjang,berbeda dengan pasar uang yang untuk jangka pendek.
      
       c. Pasar Barang
Pasar barang adalah untuk menjual dan membeli barang hasil produksi dengan individu atau para konsumen,barang yang d jual di pasar tidak hanya barang dari dalam negri tetapi juga ada yang mengimpor dari luar negeri.

C. Pemerintah
             Pemerintah bertugas mengatur kegiatan ekonomi.salah satu nya mengatur kebijakan-kebijakan dalam pasar,produsen dan konsumen.Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menjaga stabilitas jumlah produksi barang dengan jumlah konsumen,juga menjaga laju pertumbuhan
ekonomi negara dan mencegah inflasi berlebihan.

D. Lembaga Keuangan
             Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dati investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut

E. Negara lain                      
            Dalam kegiatan ekonomi negara-negara lain mempunyai peranan sebaga penyedia barang impor di pasar barang dan membeli hasil-hasil ekspor di negara ini.Negara lain juga masuk ke dalam pasar uang dalam negeri sebagai penyalur uang (devisa) dari luar negeri dan sebagai peminta kredit dan uang kartal rupiah.






Perekonomia indonesia 

            Perekonomian yang cocok di negara indonesia adalah dengan sistem perekonomian pancasila (campuran),sebagai dasar falsafah negara, mengilhami sistem ekonomi alternatif, yang kemudian disebut “Sistem Ekonomi Pancasila”. SEP dipilih karena pemilihan satu sistem ekonomi oleh suatu bangsa tidak pernah menggunakan kriteria baik atau buruk, benar atau salah, melainkan menggunakan kriteria tepat atau tidak tepat (selanjutnya disebut kriteria ketepatan suatu sistem ekonomi) yang dikaitkan dengan aspek-aspek politik-ekonomi-sosilal-budaya bangsa Indonesia dalam kehidupan bernegaranya.





Daftar Pusaka

http://www.bimbie.com/pelaku-ekonomi-mikro.htm
http://www.academia.edu/9420500/Pelaku_Ekonomi_Makro

Kamis, 16 April 2015

Tugas 4

INFLASI

         inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus  berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
         Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. 
              1. Inflasi ringan,kenaikan harga di bawah 10 % per tahun.
              2. Infalasi sedang,antara 10% - 30% per tahun
              3. Inflasi berat, antara 30% - 100% per tahun
              4. HiperInflasi, diatas 100 % per tahun
         Negara dapat dikatan terkena inflasi jika kenaikan harga secara terus menerus,jika hanya sekali terjadi kenaikan itu bukan dikatakan inflasi,sebagai contoh inflasi di indonesia adalah Bahan Bakar Minyak (BBM).Kenaikan BBM juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan dari masyarakat (konsumen) dan rendah nya persediaan BBM tersebut,selain itu kenaikan harga BBM di karnakan oleh naiknya harga minyak dunia.Tingginya harga minyak dunia membuat beban pemerintah untuk memberikan subsidi minyak semain bertambah.Untuk mengantisipasi masyarakat kesulitan membeli BBM dengan harga tinggi,pemerintah menyediakan subsidi BBM kepada masyarakat,apabila harga minyak dunia meningkat, beban subsidi pemerintah pun akan meningkat.Jika peningkatan pemberian subsidi tersebut dinilai pemerintah membuat APBN membesar,maka solusi masalah tersebut dengan menaikan harga BBM bersubsidi tersebut di masyarakat.

        Inflasi tidak selalu memberikan efek kerugian di dalam pemerintahan,karna dengan terjadi nya inflasi pada suatu negara contoh tingkat bunga kredit nya 10 % dan tingkat inflasi 5 % di negara maju,akan mendorong kegiatan ekonomi dan pembangunan karena para pengusaha dan para wirausaha akan memanfaatkan inflasi dengan berinvestasi , memproduksi, menjual barang produksi,dan jasa,pegawai dengan gaji uang asing di suatu negara dapat merasakan keuntungan karna dengan menurun nya uang negara tersebut dengan uang asing dapat menyebabkan kelebihan terhadap gaji pegawai tersebut.


Faktor-Faktor Penentu Investasi 

         Penanaman modal dalam negeri memberikan peranan dalam pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang. Hal ini terjadi dalam berbagai bentuk. Modal Investasi mampu mengurangi kekurangan tabungan dan melalui pemasukan peralatan modal dan bahan mentah, dengan demikian menaikkan laju pemasukan modal.

            A. Pengaruh Nilai Tukar
        pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect.

             B.  Pengaruh Tingkat Suku Bunga 
        Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output / barang final.

            C. Pengaruh Tingkat Inflasi
        Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. 

             D. Pengaruh Infrastuktur
         Pemerintah mengundang investor guna berpartisipasi menanamkan modalnya di sektor-sektor infrastruktur, seperti jalan tol, sumber energi listrik, sumber daya air, pelabuhan, dan lain-lain. Partisipasi tersebut dapat berupa pembiayaan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing. Melihat perkembangan makro-ekonomi saat ini, terutama memperhatikan kecenderungan penurunan tingkat bunga.

Daftar Pusaka : 
www.wikipedia.co.id
putrijualaiha.wordpress.com
www.bimbingan.org

Rabu, 08 April 2015

Tugas 3



KEMISKINAN

                 Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara yaitu :

·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal.

Garis Kemiskinan

                      Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan) lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang.
                      Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan.

       Penyebab Kemisikinan yang terjadi di Indonesia

                                I.            Tingkat Pendidikan rendah
                              II.            Produktivitas tenaga kerja rendah
                            III.            Kesempatan kerja kurang
                            IV.            Penggunanan teknologi rendah
                              V.            Politik yang belum stabil
                            VI.            Distribusi pendapatn tidak seimbang

Dampak dari kemiskinan yang terjadi di Indonesia

a.       Kriminalitas, semakin banyak orang miskin maka semakin banyak pula kemiskinan yang terjadi. Masuk akal bila seorang kepala rumah tangga menghalakan segala cara untuk menghidupi keluarganya yang kelaparan.
b.      Urbanisasi, Orang berpikir bahwa tinggal di kota besar akan mendatangkan penghasilan besar. Tapi semakin banyak orang yang datang ke kota besar maka lapangan pekerjaan yang tersedia juga akan semakin sedikit. Dan hal ini malahan akan memperparah tingkat pengagguran.
c.       Bunuh diri, banyak orang yang putus asa karena tidak sanggup menghadapi kemiskinan, sehingga mengambil jalan pintas.
d.      Pendidikan, semakin banyak rakyat miskin maka semakin banyak juga orang yang tidak bisa mendapatkan pendidikan.
e.      Agama,banyak masyarakat menjadi lupa untuk mengerjakan kewajiban sebagai umat beragama Karen sibuk mencari uang.

         Mengatasi Kemisikinan yang terjadi di Indonesia

ü               Menjaga stabilitas harga bahan pokok,bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras.
ü               Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat,untuk mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin.
ü                Memperluas program pembangunan masyarakat, untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin.
ü                Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar, untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar.
ü               Membangun sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi.
ü               Memberantas korupsi,bertujuan untuk tidak menghabiskan uang rakyat untuk program-program masyarakat.
ü                Penuhi Kebutuhan yang masih impor,teliti produk yang mana bias dikembangkan di dalam negeri sehingga kita tidak tergantung dengan impor sekaligus membuka lapangan pekerjaan.


Daftar Pusaka :

www.wikipedia.com
www.tnp2k.go.id
www.infoindonesiakita.com
louisdavidaror.blogspot.com/2014/07/upaya-pemerintah-dalam-menangani.html?m=1
alifapaadanya.blogspot.com